Mengapa Park Bo-gum Dijuluki Sebagai “National Crown Prince” Korea?
Park Bo-gum dikenal sebagai salah satu aktor Korea Selatan yang memiliki citra kuat dan mudah diterima berbagai kelompok usia. Mengapa Park Bo-gum dijuluki sebagai “National Crown Prince” Korea menjadi pertanyaan menarik, terutama setelah popularitasnya melonjak lewat Reply 1988 dan Love in the Moonlight. Julukan tersebut berkaitan erat dengan perannya sebagai Lee Yeong, seorang putra mahkota yang berhasil mencuri perhatian penonton. Julukan “National Crown Prince” Korea semakin melekat setelah penampilannya sebagai Lee Yeong dalam drama Love in the Moonlight atau Moonlight Drawn by Clouds. Peran tersebut bukan sekadar membuatnya terlihat cocok mengenakan busana kerajaan, tetapi juga memperkuat posisi Park Bo-gum sebagai aktor yang mampu membawa karakter putra mahkota menjadi sosok yang dekat dengan penonton.
Namun, sebutan tersebut tidak muncul begitu saja. Sebelumnya, Park Bo-gum sudah memperoleh perhatian besar melalui Reply 1988 sebagai Choi Taek. Setelah itu, ia langsung mengambil peran utama dalam drama sejarah romantis. Perpindahan karakter dari pemain Go yang pendiam menjadi putra mahkota yang percaya diri membuat popularitasnya meningkat sangat cepat pada 2016.
Mengapa Park Bo-gum Dijuluki Sebagai “National Crown Prince” Korea?
Julukan tersebut terutama berkaitan dengan keberhasilan Park Bo-gum memerankan putra mahkota Lee Yeong dalam Love in the Moonlight. Karakter tersebut merupakan versi fiksi dari Yi Yeong, yang dikenal dalam sejarah sebagai Hyomyeong dari periode akhir Joseon. Drama tersebut memang bukan rekonstruksi sejarah secara ketat, melainkan cerita fiksi yang menggunakan latar dan tokoh kerajaan sebagai bagian dari kisahnya. (The Korea Times)
Menariknya, sebutan itu muncul bersamaan dengan sejumlah julukan lain yang diberikan media dan publik kepadanya. Soompi, misalnya, mencatat bahwa popularitas dua dramanya pada 2016 membuat Park Bo-gum mendapatkan sebutan seperti Nation’s Crown Prince dan Nation’s Son-in-Law. Jadi, istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai julukan populer di dunia hiburan, bukan gelar resmi. (Soompi)
Popularitas Park Bo-gum Sudah Terbentuk Sebelum Menjadi Putra Mahkota
Sebelum mengenakan pakaian kerajaan, Park Bo-gum lebih dahulu menarik perhatian lewat Reply 1988. Dalam drama tersebut, ia memainkan Choi Taek, pemain Go profesional yang memiliki karakter tenang, polos, dan tidak banyak bicara. Peran itu menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan kariernya karena namanya semakin dikenal oleh penonton luas. (Yonhap News)
Keberhasilan tersebut juga membuat proyek berikutnya memiliki ekspektasi besar. Tidak lama setelah Reply 1988, Park Bo-gum dipercaya menjadi pemeran utama Love in the Moonlight. Ia tidak lagi sekadar menjadi salah satu anggota ensemble, melainkan menjadi pusat cerita sebagai putra mahkota. Karena itulah, keberhasilan drama tersebut memiliki pengaruh besar terhadap citranya sebagai aktor. (Yonhap News)
Peran Choi Taek Membentuk Citra yang Berbeda
Choi Taek sebenarnya menjadi fondasi penting sebelum munculnya citra putra mahkota. Karakternya memiliki kepribadian yang sangat berbeda dari Lee Yeong. Taek lebih pendiam, lembut, dan terlihat canggung dalam beberapa situasi sosial. Sebaliknya, Lee Yeong diperlihatkan lebih berani, usil, percaya diri, sekaligus memiliki sisi emosional yang kuat.
Perbedaan tersebut justru menunjukkan kemampuan Park Bo-gum dalam berpindah karakter. Popularitasnya tidak hanya bergantung pada penampilan fisik, tetapi juga pada kemampuannya mengubah gestur, ekspresi, cara berbicara, serta energi ketika berada di depan kamera.
Lee Yeong Menjadi Peran yang Mengubah Citra Park Bo-gum
Dalam Love in the Moonlight, Park Bo-gum memerankan Lee Yeong sebagai seorang putra mahkota yang sedang berada dalam proses pendewasaan. Karakter tersebut tidak selalu tampil serius seperti gambaran klasik seorang anggota keluarga kerajaan. Ia bisa bersikap jahil, keras kepala, romantis, bahkan menunjukkan sisi kekanak-kanakan. (The Korea Times)
Pada saat yang sama, Lee Yeong tetap harus memiliki wibawa seorang calon pemimpin. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara sisi santai dan posisi politiknya di lingkungan istana. Park Bo-gum berhasil memanfaatkan perubahan emosi tersebut sehingga karakter Lee Yeong terasa lebih hidup dan tidak sekadar menjadi tokoh kerajaan yang tampak formal.
Park Bo-gum Tidak Langsung Merasa Mudah Memerankan Putra Mahkota
Menariknya, Park Bo-gum sendiri pernah mengakui bahwa memainkan karakter tersebut bukan pekerjaan sederhana. Love in the Moonlight merupakan drama sejarah pertamanya, sehingga ia harus menyesuaikan diri dengan cara berbicara, kostum, gestur, dan gaya akting yang berbeda dari proyek sebelumnya. (The Korea Times)
Bagian awal karakter Lee Yeong bahkan menjadi tantangan tersendiri baginya. Park Bo-gum mengatakan bahwa ia merasa kesulitan ketika harus memainkan sisi manja dan agak sombong dari seorang anggota keluarga kerajaan. Ia juga merasa perlu semakin tenggelam dalam karakter agar penonton bisa mengikuti perjalanan emosional sang putra mahkota. (The Korea Times)
Proses Syuting Bahkan Mengalami Perubahan
Keseriusan tersebut terlihat dari proses produksi dramanya. Menurut laporan Yonhap, sutradara Kim Sung-yoon melihat perkembangan Park Bo-gum dalam memerankan Lee Yeong setelah beberapa waktu menjalani syuting. Perkembangan itu bahkan membuat tim produksi memutuskan untuk merekam ulang dua episode pertama. (Yonhap News)
Keputusan tersebut cukup menarik karena menunjukkan bahwa hasil akhir karakter Lee Yeong bukan sesuatu yang langsung sempurna sejak pengambilan gambar pertama. Ada proses penyesuaian di belakang layar. Setelah Park Bo-gum semakin memahami karakter, ekspresinya dianggap semakin sesuai sehingga bagian awal pun diperbaiki agar perkembangan tokohnya terasa lebih konsisten. (Yonhap News)
Mengapa Park Bo-gum Disebut “National Crown Prince” Korea? Chemistry dengan Kim Yoo-jung Ikut Memperkuat Popularitas
Popularitas Lee Yeong juga tidak bisa dilepaskan dari hubungan karakternya dengan Ra-on yang diperankan Kim Yoo-jung. Cerita romantis keduanya menjadi salah satu daya tarik utama drama tersebut. Hubungan mereka membuat sisi lembut dan romantis Lee Yeong lebih banyak terlihat.
Selain itu, dinamika antara kedua karakter tersebut membuat penonton dapat melihat berbagai sisi sang putra mahkota. Ia tidak hanya tampil sebagai anggota keluarga kerajaan, tetapi juga sebagai anak muda yang sedang belajar mengenai perasaan, tanggung jawab, dan hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
“Bo-gum Magic” Muncul Bersamaan dengan Kesuksesan Drama
Fenomena popularitas Park Bo-gum pada periode tersebut bahkan melahirkan istilah “Bo-gum magic”. Korea Times mencatat bahwa istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan daya tarik Park Bo-gum yang membuat penonton sulit mengalihkan perhatian ketika melihatnya di layar. (The Korea Times)
Efek tersebut menjadi semakin terlihat karena Love in the Moonlight memperoleh rating tinggi. Drama itu dilaporkan mencapai rating puncak 23,3 persen. Angka tersebut membantu memperkuat posisi Park Bo-gum sebagai salah satu aktor muda paling populer pada periode tersebut. (The Korea Times)
Wajah dan Gestur Mendukung Karakter Kerajaan
Salah satu alasan sederhana mengapa Park Bo-gum terlihat cocok sebagai putra mahkota adalah kombinasi penampilan dan gesturnya. Busana tradisional Joseon memberikan kesan formal, sementara ekspresi wajahnya memungkinkan karakter tersebut tetap terlihat muda.
Akan tetapi, penampilan saja tidak cukup untuk menjelaskan keberhasilannya. Karakter kerajaan membutuhkan gestur yang terkontrol. Gerakan tangan, cara berjalan, posisi tubuh, hingga cara menatap lawan main ikut menentukan apakah seorang aktor terlihat meyakinkan sebagai bangsawan.
Park Bo-gum mampu memanfaatkan unsur-unsur tersebut tanpa membuat Lee Yeong terasa terlalu kaku. Karena itu, sosoknya tetap dapat diterima sebagai karakter romantis sekaligus anggota keluarga kerajaan.
Mengapa Park Bo-gum Disebut “National Crown Prince” Korea? Karakter Lee Yeong Tidak Dibuat Terlalu Sempurna
Daya tarik Lee Yeong justru muncul karena ia mempunyai kekurangan. Ia bisa bersikap kekanak-kanakan, mudah tersinggung, dan kadang mengambil keputusan berdasarkan emosi. Namun, karakter tersebut perlahan berkembang seiring cerita.
Perkembangan ini penting karena membuat penonton tidak hanya menyukai Lee Yeong karena statusnya sebagai putra mahkota. Mereka juga dapat mengikuti proses ketika seorang pemuda mulai memahami konsekuensi dari posisinya. Dengan begitu, karakter kerajaan tersebut memiliki perjalanan emosional yang cukup jelas.
Ada Perbedaan Antara “Putra Mahkota” dan “Raja”
Hal lain yang membuat karakter ini menarik adalah posisinya sebagai putra mahkota, bukan raja. Lee Yeong berada di antara dua dunia. Ia mempunyai kekuasaan dan status tinggi, tetapi belum sepenuhnya menjadi penguasa.
Situasi tersebut memberikan ruang bagi cerita untuk memperlihatkan proses pendewasaan. Ia masih bisa melakukan kesalahan dan belajar dari pengalaman. Pada saat yang sama, penonton dapat melihat bagaimana tanggung jawab kerajaan perlahan menjadi bagian penting dari hidupnya.
Mengapa Park Bo-gum Disebut “National Crown Prince” Korea? Julukan Itu Berasal dari Popularitas, Bukan Gelar Resmi
Penting untuk membedakan istilah populer dengan gelar resmi. “National Crown Prince” bukanlah gelar kenegaraan atau gelar kerajaan yang diberikan kepada Park Bo-gum. Istilah tersebut merupakan julukan dari dunia hiburan yang menggambarkan betapa kuatnya asosiasi publik antara dirinya dan karakter putra mahkota.
Soompi secara eksplisit mencatat penggunaan sebutan Nation’s Crown Prince ketika membahas popularitas Park Bo-gum setelah dua drama besarnya pada 2016. Pada saat yang sama, ia juga disebut sebagai Nation’s Son-in-Law, menunjukkan bahwa media dan penggemar menggunakan berbagai istilah untuk menggambarkan daya tariknya. (Soompi)
Mengapa Bukan Hanya “Aktor Drama Sejarah”?
Sebenarnya, banyak aktor Korea pernah memainkan raja, pangeran, atau bangsawan. Karena itu, memakai kostum kerajaan saja tidak otomatis membuat seorang aktor mendapatkan julukan khusus.
Kasus Park Bo-gum berbeda karena karakter tersebut muncul tepat setelah keberhasilan besar Reply 1988. Dengan kata lain, penonton sudah memiliki keterikatan terhadap dirinya sebelum melihatnya sebagai Lee Yeong. Ketika ia kemudian muncul dengan citra yang sangat berbeda, perhatian terhadap karakter barunya menjadi semakin besar.
Mengapa Park Bo-gum Disebut “National Crown Prince” Korea? Perpindahan dari Taek ke Lee Yeong Terasa Sangat Kontras
Jika dibandingkan, Taek dan Lee Yeong hampir seperti dua kutub karakter yang berbeda. Taek lebih banyak menyimpan perasaan dan mengandalkan permainan Go sebagai bagian penting kehidupannya. Sementara itu, Lee Yeong berada di pusat kehidupan istana dan harus berhadapan dengan berbagai persoalan kekuasaan.
Perubahan tersebut membantu memperlihatkan jangkauan akting Park Bo-gum. Penonton tidak hanya melihat aktor yang mengulang karakter dengan formula serupa. Sebaliknya, ia datang dengan persona baru yang lebih ekspresif dan dominan.
Popularitasnya Menjangkau Berbagai Kelompok Usia
Salah satu hal yang membuat julukan tersebut kuat adalah luasnya daya tarik Park Bo-gum. Laporan Soompi pada 2017 menyebut Reply 1988 dan Moonlight Drawn by Clouds sebagai dua drama populer yang membawa Park Bo-gum memperoleh penghargaan sekaligus berbagai julukan dari publik. (Soompi)
Karakter yang ia mainkan juga membantu memperluas kelompok penontonnya. Taek menarik perhatian melalui kisah keluarga, persahabatan, dan romansa. Sementara itu, Lee Yeong memberikan kombinasi romansa, komedi, dan latar kerajaan. Hasilnya, Park Bo-gum semakin mudah dikenali di luar penggemar drama tertentu.
Sikap Park Bo-gum di Luar Layar Ikut Memperkuat Citra
Selain karakter di layar, citra Park Bo-gum di depan publik juga berperan dalam popularitasnya. Dalam berbagai wawancara dan acara promosi, ia sering menunjukkan sikap sopan dan penuh penghargaan kepada penggemar maupun rekan kerja.
Hal tersebut tentu bukan alasan tunggal munculnya julukan tersebut. Namun, citra publik yang positif membuat persona “putra mahkota” semakin mudah diterima. Sosok yang terlihat ramah di luar layar sekaligus mampu memainkan bangsawan yang berwibawa di dalam drama menciptakan kombinasi yang menarik bagi penonton.
Mengapa Park Bo-gum Disebut “National Crown Prince” Korea? Ia Juga Tidak Menganggap Kesuksesan Itu Hanya Miliknya
Ketika berbicara mengenai Love in the Moonlight, Park Bo-gum menunjukkan penghargaan kepada penulis, staf produksi, dan pemeran lainnya. Dalam wawancara Yonhap, ia menjelaskan bahwa dirinya awalnya merasa gugup karena menjadi pemeran utama, tetapi kemudian menyadari bahwa sebuah drama dikerjakan bersama oleh banyak orang. (Yonhap News)
Sikap seperti ini ikut membantu membentuk persepsi publik terhadap dirinya. Namun, tetap perlu dibedakan antara citra publik dan alasan utama julukan tersebut. Faktor terbesar tetap berasal dari popularitas drama, karakter Lee Yeong, serta keberhasilan Park Bo-gum membawa tokoh tersebut menjadi pusat perhatian.
“National Crown Prince” Muncul pada Momen yang Tepat
Tahun 2016 menjadi periode yang sangat penting dalam karier Park Bo-gum. Ia mendapatkan popularitas besar melalui Reply 1988, kemudian segera hadir sebagai pemeran utama dalam drama sejarah romantis. Pergantian peran itu membuat eksposurnya tidak menurun setelah satu drama selesai.
Sebaliknya, popularitas tersebut berlanjut ke proyek berikutnya. Karena itu, julukan yang berkaitan dengan karakter putra mahkota menjadi semakin kuat. Publik bukan hanya melihatnya sebagai aktor yang kebetulan memainkan pangeran, tetapi mulai mengasosiasikan wajah Park Bo-gum dengan karakter tersebut.
Mengapa Park Bo-gum Disebut “National Crown Prince” Korea? Peran Putra Mahkota Membawa Kariernya ke Tingkat Berikutnya
Keberhasilan Love in the Moonlight juga memperkuat posisi Park Bo-gum sebagai pemeran utama. Sebelumnya, ia memang sudah memiliki sejumlah pengalaman akting. Akan tetapi, drama tersebut menjadi proyek penting karena menempatkannya sebagai pusat cerita dan membawa karakter yang membutuhkan kemampuan akting berbeda. (Yonhap News)
Korea Times mencatat bahwa drama tersebut turut menjadikan Park Bo-gum sebagai salah satu aktor yang mendapat perhatian besar setelah kesuksesan Reply 1988. Bahkan, popularitas drama tersebut dikaitkan dengan kontribusinya terhadap tren drama periode itu. (The Korea Times)
Park Bo-gum Sendiri Menilai Perannya Masih Punya Kekurangan
Menariknya, Park Bo-gum tidak menggambarkan dirinya sebagai aktor yang sudah sempurna ketika membahas Lee Yeong. Ia justru pernah mengatakan bahwa memainkan sisi tertentu dari sang putra mahkota terasa sulit. Ia juga menyadari bahwa dirinya masih perlu beradaptasi dengan gaya drama sejarah. (The Korea Times)
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hasil yang terlihat di layar merupakan bagian dari proses belajar. Perubahan performanya selama produksi bahkan cukup terlihat hingga membuat dua episode awal direkam kembali. (Yonhap News)
Mengapa Park Bo-gum Disebut “National Crown Prince” Korea? Dari Pemain Go Menjadi Ikon Putra Mahkota
Perjalanan dari Choi Taek menuju Lee Yeong menjadi salah satu bagian paling menarik dalam karier Park Bo-gum. Dalam waktu relatif singkat, ia berpindah dari karakter yang pendiam dan jenius dalam permainan Go menjadi sosok bangsawan muda yang penuh percaya diri.
Kontras tersebut membuat publik memiliki alasan baru untuk mengikuti proyeknya. Selain itu, keberhasilan dua drama secara berurutan memperbesar efek popularitasnya. Tidak mengherankan jika media kemudian menggunakan berbagai julukan untuk menggambarkan fenomena tersebut.
Julukan “National Crown Prince” Tidak Bisa Dipisahkan dari Lee Yeong
Pada akhirnya, sulit membicarakan julukan tersebut tanpa membahas Lee Yeong. Karakter inilah yang secara langsung menghubungkan Park Bo-gum dengan citra putra mahkota di mata penonton.
Namun, julukan tersebut menjadi kuat karena terjadi pada saat yang tepat. Park Bo-gum sudah memiliki basis popularitas dari Reply 1988. Kemudian, Love in the Moonlight memberinya karakter yang berbeda, visual yang ikonik, serta cerita romantis yang menarik perhatian besar.
Apa yang Membuat Julukan Ini Bertahan?
Ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa sebutan tersebut masih sering digunakan ketika membahas Park Bo-gum:
- Peran Lee Yeong sangat populer, terutama setelah Love in the Moonlight sukses secara rating dan mendapat perhatian luas.
- Park Bo-gum sebelumnya sudah populer melalui Choi Taek dalam Reply 1988.
- Kontras karakter sangat kuat, sehingga perubahan dari Taek menjadi Lee Yeong mudah dikenali.
- Penampilan dalam busana kerajaan cocok dengan karakter, terutama karena didukung gestur dan ekspresi yang sesuai.
- Lee Yeong memiliki perkembangan karakter, sehingga Park Bo-gum tidak hanya mengandalkan visual.
- Popularitas drama menciptakan efek luas, termasuk munculnya istilah “Bo-gum magic”. (The Korea Times)
- Media dan penggemar ikut mempopulerkan julukan tersebut, termasuk istilah Nation’s Crown Prince. (Soompi)
Kesimpulan
Park Bo-gum dijuluki sebagai “National Crown Prince” Korea terutama karena keberhasilannya memerankan Lee Yeong dalam Love in the Moonlight. Julukan tersebut bukan gelar resmi, melainkan sebutan populer yang menggambarkan kuatnya hubungan antara dirinya dan karakter putra mahkota setelah drama tersebut meraih kesuksesan.
Yang membuatnya semakin kuat adalah momentum karier Park Bo-gum. Sebelum menjadi Lee Yeong, ia sudah memperoleh popularitas besar sebagai Choi Taek dalam Reply 1988. Setelah itu, ia tampil sebagai pemeran utama drama sejarah dan menunjukkan sisi akting yang sangat berbeda. Love in the Moonlight bahkan mencapai rating puncak 23,3 persen dan ikut melahirkan istilah “Bo-gum magic”.
Jadi, sebutan tersebut bukan semata-mata karena Park Bo-gum terlihat cocok memakai hanbok kerajaan. Ada kombinasi antara popularitas sebelumnya, keberhasilan drama, karakter Lee Yeong yang kuat, kemampuan beradaptasi dengan genre sejarah, serta daya tarik personal yang membuat sosoknya begitu mudah diasosiasikan dengan figur putra mahkota.

