Xiao Zhan:

Xiao Zhan: Karier Aktor dan Model dengan Fans Global

Xiao Zhan:

Xiao Zhan: Menilik Karier Sang Aktor dan Model dengan Basis Fans Global

Sebelum dikenal sebagai salah satu bintang hiburan Tiongkok dengan popularitas internasional, perjalanan kariernya justru dimulai dari bidang yang cukup jauh dari industri drama. Xiao Zhan merupakan salah satu aktor dan penyanyi Tiongkok yang perjalanan kariernya berkembang cukup panjang, dari anggota grup X Nine hingga dikenal luas melalui berbagai produksi drama dan film. Lahir di Chongqing pada 5 Oktober 1991, ia menempuh pendidikan di Chongqing Technology and Business University pada bidang desain seni. Semasa kuliah, ia aktif dalam kegiatan seni kampus, termasuk menjadi anggota kelompok seni dan terlibat dalam aktivitas vokal. Setelah lulus, ia juga pern ah bekerja sebagai desainer sekaligus fotografer sebelum akhirnya memasuki dunia hiburan.

Perpindahan profesi tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan hidupnya. Ia tidak berasal dari jalur aktor cilik atau keluarga yang sejak awal berkecimpung dalam industri hiburan. Sebaliknya, pengalaman desain dan fotografi memberikan bekal visual yang kemudian terlihat relevan dengan pekerjaannya di depan kamera. Pada 2015, ia mengikuti program pencarian bakat X-Fire, lalu menjadi anggota grup X Nine dan menjalani debut resmi sebagai penyanyi pada 2016.

Memulai Karier dari Dunia Musik dan Idol

Ketika bergabung dengan X Nine, ia mendapat pengalaman penting mengenai panggung, koreografi, vokal, promosi, serta interaksi dengan penggemar. Pengalaman tersebut menjadi fondasi yang cukup kuat ketika ia mulai memperluas karier ke bidang akting. Pada periode awal, ia tampil dalam sejumlah proyek televisi dan web drama, meskipun belum langsung menjadi pemeran utama yang dikenal luas. Dengan demikian, proses menuju popularitas tidak berlangsung secara instan.

Beberapa judul awal yang memperkenalkan dirinya kepada penonton antara lain Super Star Academy, Oh! My Emperor dan Battle Through the Heavens. Selain tampil dalam drama, ia juga mulai mendapatkan pengalaman melalui proyek film dan berbagai program hiburan. Tahap tersebut penting karena memperlihatkan proses transisi dari seorang anggota grup idola menjadi pekerja seni yang mulai membangun identitas individual. Perlahan, perhatian publik terhadap kemampuan aktingnya semakin besar.

Titik Balik Lewat The Untamed

Perubahan terbesar dalam kariernya terjadi pada 2019 ketika ia memerankan Wei Wuxian dalam drama The Untamed. Serial tersebut diadaptasi dari novel Mo Dao Zu Shi karya Mo Xiang Tong Xiu dan memasangkannya dengan Wang Yibo sebagai Lan Wangji. Peran tersebut menjadi titik balik karena drama itu tidak hanya sukses di pasar Tiongkok, tetapi juga memperoleh perhatian besar dari penonton di berbagai negara.

Dampaknya bahkan terlihat dari percakapan internasional di media sosial. Pada Juli 2019, topik mengenai The Untamed sempat menjadi tren tinggi di Twitter Thailand dan masuk jajaran topik yang banyak dibicarakan secara global. Drama tersebut juga didistribusikan melalui WeTV di sejumlah kawasan serta tersedia melalui platform internasional lainnya. Situasi ini membantu memperkenalkan pemeran utamanya kepada penonton yang sebelumnya mungkin tidak mengikuti industri hiburan Tiongkok.

Keberhasilan tersebut juga membuat karakter Wei Wuxian menjadi salah satu peran yang sangat melekat pada namanya. Namun, popularitas karakter itu sekaligus menghadirkan tantangan karena publik kemudian memiliki ekspektasi tinggi terhadap proyek berikutnya. Karena itu, langkah selanjutnya bukan sekadar mempertahankan jumlah penggemar, melainkan membuktikan bahwa kemampuan aktingnya tidak bergantung pada satu karakter saja.

Memperluas Peran Lewat Drama dan Film

Setelah kesuksesan besar tersebut, ia terus mengambil berbagai karakter dengan latar yang berbeda. Ia tampil dalam The Wolf, Douluo Continent, Ace Troops, The Oath of Love, The Youth Memories, The Longest Promise, dan Sunshine by My Side. Deretan proyek tersebut memperlihatkan perpindahan dari cerita fantasi dan kostum menuju drama militer, romansa, serta kisah kehidupan masyarakat.

Di layar lebar, ia juga mengambil sejumlah proyek, termasuk Jade Dynasty dan Legends of the Condor Heroes: The Gallants. Langkah tersebut memperlihatkan upayanya untuk membangun karier yang tidak hanya bergantung pada serial televisi. Selain itu, ia juga pernah terlibat dalam pertunjukan teater 如夢之夢 atau A Dream Like a Dream, sebuah produksi panggung berdurasi panjang yang memberikan pengalaman berbeda dari pekerjaan di depan kamera.

Perkembangan ini membuat citranya semakin beragam. Penonton tidak lagi hanya mengenalnya sebagai pemeran drama fantasi, tetapi juga sebagai aktor yang mencoba genre dan medium berbeda. Hal tersebut penting bagi keberlanjutan karier karena industri hiburan dapat berubah sangat cepat. Semakin luas pengalaman seorang aktor, semakin besar pula ruang untuk membangun reputasi yang bertahan lebih lama.

Rekor Musik yang Menunjukkan Kekuatan Fanbase

Walaupun karier akting menjadi bagian yang sangat menonjol, kemampuan menarik perhatian publik juga terlihat dari aktivitas musiknya. Pada April 2020, ia merilis lagu Spotlight, yang juga dikenal dengan judul Light Spot atau Made to Love. Lagu tersebut mencatat angka penjualan digital yang sangat besar dalam waktu singkat. Guinness World Records mencatat penjualan sekitar 24,37 juta unduhan dalam 24 jam pertama dan kemudian mencatat total 54.318.228 unit pada 4 Januari 2023.

Rekor tersebut menarik bukan hanya karena angkanya, tetapi juga karena menunjukkan besarnya daya mobilisasi basis penggemarnya. Fenomena penjualan lagu itu terjadi setelah kontroversi besar yang melibatkan namanya di internet, sehingga dukungan penggemar menjadi faktor penting dalam respons pasar. Namun, angka penjualan tetap perlu dipahami sesuai definisi dan metode pencatatan yang digunakan Guinness World Records, bukan sekadar dianggap sebagai ukuran popularitas secara umum.

Figur Fashion dan Model Komersial

Selain akting dan musik, penampilannya juga membuatnya mendapatkan tempat kuat dalam industri fashion. Sejumlah rumah mode dan merek internasional pernah bekerja sama dengannya, termasuk Gucci, Tod’s, Zenith, Nars Cosmetics, YSL Beauty, serta merek otomotif dan produk konsumen lainnya. South China Morning Post pada 2023 bahkan mencatat lebih dari 31 merek yang pernah menggandengnya dalam berbagai bentuk kerja sama komersial.

Namun, penyebutan sebagai “model” sebaiknya dipahami dalam konteks figur publik dan fashion, bukan sebagai profesi awal atau pekerjaan utama. Ia dikenal secara resmi terutama sebagai aktor dan penyanyi, sementara dunia fashion menjadi salah satu bidang yang memperluas citra komersialnya. Pengalaman desain yang dimilikinya sejak masa kuliah juga memberikan latar belakang menarik ketika ia kemudian banyak tampil dalam kampanye visual. Karena itu, daya tariknya di industri fashion lebih tepat dilihat sebagai bagian dari perkembangan personal branding.

Pengaruh Fans di Luar Tiongkok

Basis penggemar Xiao Zhan berkembang seiring dengan semakin mudahnya drama Tiongkok dikonsumsi melalui platform streaming internasional. Kesuksesan The Untamed menjadi salah satu contoh paling jelas karena serial tersebut memperoleh penonton di Asia Tenggara, Amerika Utara, dan berbagai wilayah lainnya. Popularitas itu kemudian membantu membuka jalan bagi proyek-proyek berikutnya untuk mendapatkan perhatian sebelum atau ketika memasuki pasar internasional.

Fenomena fanbase internasional juga terlihat dalam cara komunitas penggemar menerjemahkan informasi, mendiskusikan karya, mengikuti agenda promosi, hingga mengarsipkan perkembangan karier. Dengan demikian, hubungan antara artis dan penonton tidak hanya terbentuk melalui siaran televisi. Media sosial, platform video, komunitas daring, dan layanan streaming membuat jarak geografis menjadi jauh kurang berarti. Dalam konteks ini, popularitas seorang bintang dapat berkembang melalui percakapan antarpenggemar yang berlangsung lintas bahasa dan negara.

Xiao Zhan dan Perkembangan Karier pada 2025–2026

Salah satu proyek penting dalam periode terbaru adalah The Legend of Zang Hai, drama 2025 yang menempatkannya sebagai pemeran utama. Serial tersebut memperoleh berbagai penghargaan dan nominasi, sementara perannya juga mendapatkan pengakuan dalam sejumlah ajang pada 2026. Di Television Series of China Quality Ceremony, ia memperoleh penghargaan sebagai Outstanding Quality Actor of the Year, sedangkan di China Television Annual Ranking Award ia tercatat sebagai Popular Actor of the Year.

Pada 2026, namanya juga masuk nominasi Magnolia Award untuk kategori aktor utama terbaik di Shanghai International TV Festival melalui proyek tersebut. Di bidang film, ia meraih penghargaan Best Actor pada Beijing College Student Film Festival 2026 untuk Gezhi Town. Pencapaian ini menunjukkan bahwa fase kariernya terus bergerak dari sekadar popularitas menuju pengakuan melalui proyek dan karakter yang lebih beragam.

Xiao Zhan dan Kekuatan Personal Branding

Salah satu alasan karier Xiao Zhan mampu bertahan adalah perpaduan antara akting, musik, penampilan visual, dan komunikasi dengan basis penggemar. Keempat unsur tersebut saling mendukung sehingga satu proyek dapat memperkuat proyek lainnya. Drama memperluas jangkauan penonton, musik memperkuat hubungan dengan penggemar, sedangkan kerja sama fashion dan komersial memperluas eksposur di luar industri hiburan. Pola seperti ini membuat identitas seorang selebritas tidak bergantung pada satu jenis karya saja.

Di sisi lain, personal branding semacam itu juga memiliki konsekuensi. Semakin besar popularitas seseorang, semakin tinggi pula ekspektasi terhadap pilihan proyek, penampilan, serta perilaku di ruang publik. Karena itu, keberlanjutan karier tidak cukup hanya mengandalkan jumlah pengikut atau popularitas sebuah drama. Konsistensi kualitas karya tetap menjadi faktor penting untuk menentukan apakah popularitas dapat berubah menjadi reputasi jangka panjang.

Xiao Zhan sebagai Contoh Perjalanan Karier Multidimensi

Perjalanan dari mahasiswa desain, pekerja kreatif, peserta program pencarian bakat, anggota grup musik, hingga aktor utama memperlihatkan bahwa kariernya berkembang melalui beberapa tahap. Tidak semuanya terjadi dalam waktu singkat, bahkan sebelum memperoleh terobosan besar ia sudah menjalani berbagai pekerjaan dan proyek yang membentuk pengalamannya. Kesuksesan The Untamed kemudian menjadi akselerator yang mengubah skala popularitasnya secara drastis. Setelah itu, ia berusaha mempertahankan momentum melalui drama, film, teater, musik, dan kerja sama dengan berbagai merek.

Pada akhirnya, daya tarik Xiao Zhan bukan hanya terletak pada penampilan atau satu karakter ikonik. Ia memiliki kombinasi pengalaman seni, kemampuan tampil di depan kamera, aktivitas musik, serta citra fashion yang membuat ruang kariernya relatif luas. Basis penggemar internasional juga menjadi bagian penting karena karya-karyanya dapat menjangkau penonton di luar pasar domestik. Dengan perkembangan proyek dan penghargaan hingga 2026, perjalanan tersebut masih menunjukkan bahwa kariernya terus bergerak dan belum berhenti pada popularitas yang diperoleh dari satu drama saja.